Perdagangan Beras

Perdagangan Beras

Pada bulan Mei 2008 PT RMT telah memulai usaha trading Beras dengan jenis padi varietas IR-64 yang berasal dari daerah Bungaraya-Siak-Riau. Produk beras PT RMT diberi nama Riau Rice (dua R) pulen.

Bulan September 2009 PT RMT telah memiliki 1 unit Rice Miling Unit (RMU) dengan kapasitas mesin 1 ton / jam GKG. RMU tersebut didirikan di areal 10.000 m2  dengan luas bangunan 268 m2.

Saat ini PT RMT telah memasarkan Beras RR di berbagai daerah antara lain Pekanbaru, Siak, Kampar, Pelalawan, Minas dan Indragiri Hulu. PT RMT juga mengikuti tender pengadaan beras di beberapa perusahaan perkebunan sawit diantaranya PT Inti Indosawit Subur, PT Raja Garuda Mas Sejati, PT Tunggal Yunus Estate, PT Mitra Unggul Pusaka, PT Rigunas Agri Utama dan PT Pusaka Mega Bumi Nusantara.

Perdagangan Briket Batubara

Perdagangan Briket Batubara

Untuk membantu pemerintah dan masyarakat melalui PT RMT mensosialisasikan penggunaan briket  batubara sebagai bahan baku pengganti minyak tanah dalam rangka program hemat energi. Pemasaran briket Batu bara dilaksanakan di bulan Mei 2008 dengan pasokan briket dari PT Bukit Asam (SumSel). Adapun merek dagang yang digunakan PT RMT adalah ”RiBrik” (Riau Briket). Sebagai pendukung produk PT RMT juga menjual berbagai varian kompor batu bara sesuai dengan peruntukan yaitu ukuran rumah tangga, warung makan dan industri kecil lainnya.

Perkebunan sawit

Perkebunan sawit

Untuk daerah Riau produk minyak kelapa sawit (CPO) berpotensi besar untuk dijadikan andalan ekspor di luar minyak dan gas bumi, dan bisa menggeser posisi ekspor hasil kayu yang kini sedang mengalami perlambatan. Produk kelapa sawit saat ini menjadi komoditi unggulan daerah Riau selain karet dan kelapa (kopra). Dari sisi penawaran, ekspor CPO mengalami peningkatan yang sangat pesat sekali selama 10 tahun terakhir. Pertumbuhan ekspor CPO meningkat sebesar 32,9 persen per tahun. Kecenderungan ini diyakini akan terus meningkat, mengingat masih adanya lahan yang belum berproduksi dan perkembangan investasi terutama di sektor perkebunan. Begitu juga animo masyarakat di daerah Riau terhadap perkebunan kelapa sawit masih tinggi.

Perdagangan Komoditi Lainnya

Perdagangan Komoditi Lainnya

Kondisi alam mendukung Riau menjadi daerah yang potensial untuk pengemangan tanaman perkebunan. Dengan luas wilayah 8.867.267 Ha, areal perkebunan di Provinsi Riau baik yang dikelola masyarakat pekebun maupun perusahaan swasta atau BUMN mencapai luas 3.836.611 Ha. Komoditi yang dominan adalah kelapa sawit, karet, dan kelapa. Namun sesungguhnya terdapat komoditi perkebunan lainnya yang diusahakan oleh masyarakat yaitu, sagu, pinang, kopi, kakao, gambir, enau, nilam, lada, cengkeh, dan kemiri.

Potensi lebah madu di Propinsi Riau sangat mendukung dalam pengembangan usaha lebah madu. Jenis lebah madu yang dibudidayakan diantaranya Apis cerana dan Apis dorsata, yang terkenal sebagai penghasil madu terbesar di Sumatera. lebah di Propinsi Riau juga cukup banyak Potensi berupa tanaman perkebunan dan pertanian 950.000 Ha, buah-buahan 60.000 Ha dan areal Hutan Tanaman Industri 48 Ha, sehingga diperkirakan dapat menampung +1 juta koloni lebah.

Translate »